<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8438927544571633185</id><updated>2011-11-27T16:06:38.873-08:00</updated><title type='text'>Bijak Memaknai Hidup yang Indah</title><subtitle type='html'>Kisah, Cerita, Artikel, dan Kalimat Bijak Pemberi Inspirasi dan Motivasi agar Hidup ini menjadi Lebih Indah, Bermakna dan Ternikmati ...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ZakiZagena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11247524602574680025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8438927544571633185.post-1835243044396966295</id><published>2008-09-21T20:00:00.001-07:00</published><updated>2008-09-21T20:01:45.133-07:00</updated><title type='text'>Pemancing Cilik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pada tepian sebuah sungai, tampak seorang anak kecil sedang&lt;br /&gt;bersenang-senang. Ia bermain air yang bening di sana. Sesekali&lt;br /&gt;tangannya dicelupkan ke dalam sungai yang sejuk. Si anak terlihat&lt;br /&gt;sangat menikmati permainannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain asyik bermain, si anak juga sering memerhatikan seorang paman&lt;br /&gt;tua yang hampir setiap hari datang ke sungai untuk memancing. Setiap&lt;br /&gt;kali bermain di sungai, setiap kali pula ia selalu melihat sang paman&lt;br /&gt;asyik mengulurkan pancingnya. Kadang, tangkapannya hanya sedikit.&lt;br /&gt;Tetapi, tidak jarang juga ikan yang didapat banyak jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore, saat sang paman bersiap-siap hendak pulang dengan ikan&lt;br /&gt;hasil tangkapan yang hampir memenuhi keranjangnya, si anak mencoba&lt;br /&gt;mendekat. Ia menyapa sang paman sambil tersenyum senang. Melihat si&lt;br /&gt;anak mendekatinya, sang paman menyapa duluan. "Hai Nak, kamu mau ikan?&lt;br /&gt;Pilih saja sesukamu dan ambillah beberapa ekor. Bawa pulang dan minta&lt;br /&gt;ibumu untuk memasaknya sebagai lauk makan malam nanti," kata si paman&lt;br /&gt;ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak, terima kasih Paman," jawab si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lo, paman perhatikan, kamu hampir setiap hari bermain di sini sambil&lt;br /&gt;melihat paman memancing. Sekarang ada ikan yang paman tawarkan&lt;br /&gt;kepadamu, kenapa engkau tolak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya senang memerhatikan Paman memancing, karena saya ingin bisa&lt;br /&gt;memancing seperti Paman. Apakah Paman mau mengajari saya bagaimana&lt;br /&gt;caranya memancing?" tanya si anak penuh harap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah wah wah. Ternyata kamu anak yang pintar. Dengan belajar memancing&lt;br /&gt;engkau bisa mendapatkan ikan sebanyak yang kamu mau di sungai ini.&lt;br /&gt;Baiklah. Karena kamu tidak mau ikannya, paman beri kamu alat pancing&lt;br /&gt;ini. Besok kita mulai pelajaran memancingnya, ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, si bocah dengan bersemangat kembali ke tepi sungai&lt;br /&gt;untuk belajar memancing bersama sang paman. Mereka memasang umpan,&lt;br /&gt;melempar tali kail ke sungai, menunggu dengan sabar, dan hup... kail&lt;br /&gt;pun tenggelam ke sungai dengan umpan yang menarik ikan-ikan untuk&lt;br /&gt;memakannya. Sesaat, umpan terlihat bergoyang-goyang didekati kerumunan&lt;br /&gt;ikan. Saat itulah, ketika ada ikan yang memakan umpan, sang paman dan&lt;br /&gt;anak tadi segera bergegas menarik tongkat kail dengan ikan hasil&lt;br /&gt;tangkapan berada diujungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu seterusnya. Setiap kali berhasil menarik ikan, mereka kemudian&lt;br /&gt;melemparkan kembali kail yang telah diberi umpan. Memasangnya kembali,&lt;br /&gt;melemparkan ke sungai, menunggu dimakan ikan, melepaskan mata kail&lt;br /&gt;dari mulut ikan, hingga sore hari tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menjelang pulang, si anak yang menikmati hari memancingnya&lt;br /&gt;bersama sang paman bertanya, "Paman, belajar memancing ikan hanya&lt;br /&gt;begini saja atau masih ada jurus yang lain?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan tersebut, sang paman tersenyum bijak. "Benar&lt;br /&gt;anakku, kegiatan memancing ya hanya begini saja. Yang perlu kamu latih&lt;br /&gt;adalah kesabaran dan ketekunan menjalaninya. Kemudian fokus pada&lt;br /&gt;tujuan dan konsentrasilah pada apa yang sedang kamu kerjakan. Belajar&lt;br /&gt;memancing sama dengan belajar di kehidupan ini, setiap hari mengulang&lt;br /&gt;hal yang sama. Tetapi tentunya yang diulang harus hal-hal yang baik.&lt;br /&gt;Sabar, tekun, fokus pada tujuan dan konsentrasi pada apa yang sedang&lt;br /&gt;kamu kerjakan, maka apa yang menjadi tujuanmu bisa tercapai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti dalam kehidupan ini, sebenarnya untuk meraih kesuksesan&lt;br /&gt;kita tidak membutuhkan teori-teori yang rumit, semua sederhana saja,&lt;br /&gt;Sepanjang kita tahu apa yang kita mau, dan kemudian mampu&lt;br /&gt;memaksimalkan potensi yang kita miliki sebagai modal, terutama dengan&lt;br /&gt;menggali kelebihan dan mengasah bakat kita, maka kita akan bisa&lt;br /&gt;mencapai apa yang kita impikan dan cita-citakan. Apalagi, jika semua&lt;br /&gt;hal tersebut kita kerjakan dengan senang hati dan penuh kesungguhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mampu mematangkan kelebihan-kelebihan kita secara konsisten,&lt;br /&gt;maka sebenarnya kita sedang memupuk diri kita untuk menjadi ahli di&lt;br /&gt;bidang yang kita kuasai. Sehingga, dengan profesionalisme yang kita&lt;br /&gt;miliki, apa yang kita perjuangkan pasti akan membuahkan hasil yang&lt;br /&gt;paling memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses, luar biasa!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Pemancing Cilik oleh Andrie Wongso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8438927544571633185-1835243044396966295?l=resonansi-motivasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/feeds/1835243044396966295/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8438927544571633185&amp;postID=1835243044396966295' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/1835243044396966295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/1835243044396966295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/2008/09/pemancing-cilik.html' title='Pemancing Cilik'/><author><name>ZakiZagena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11247524602574680025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8438927544571633185.post-6272511171696497231</id><published>2008-08-05T20:15:00.000-07:00</published><updated>2008-08-05T20:20:11.486-07:00</updated><title type='text'>"Are You Playing Games?"</title><content type='html'>Adakah yang pernah mengalami salah satu hal berikut ini saat&lt;br /&gt;bertengkar: Ingin mengatakan kepada pasangan bahwa kita telah&lt;br /&gt;memaafkannya, namun yang keluar malah kata-kata menyakitkan. Kita&lt;br /&gt;ingin pasangan memahami apa yang membuat kita kesal, namun kita malah&lt;br /&gt;semakin kesal karena pasangan tidak berespons seperti yang kita&lt;br /&gt;inginkan. Kita ingin pasangan meminta maaf terlebih dahulu, namun&lt;br /&gt;yang muncul malah rasa sakit hati karena ternyata pasangan bisa&lt;br /&gt;bertahan untuk tidak memulai berbaikan. Atau, ketika sama-sama sedang&lt;br /&gt;marah, yang terucap adalah daftar kekesalan yang bertumpuk sehingga&lt;br /&gt;mengejutkan pasangan yang tidak menduga bahwa selama ini pasangannya&lt;br /&gt;menyimpan kekecewaan demikian besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mengalami satu saja dari hal di atas, itu berarti kita&lt;br /&gt;sudah memainkan sebuah permainan (game) dalam hubungan kita dengan&lt;br /&gt;pasangan. Istilah permainan itu dikemukakan pertama kali oleh Eric&lt;br /&gt;Berne, pakar transactional analysis yang terkenal dengan bukunya&lt;br /&gt;berjudul Games People Play. Transactional analysis cukup dikenal&lt;br /&gt;dalam bidang komunikasi dan pemasaran. Namun, Berne sendiri memakai&lt;br /&gt;konsep ini sebagai sebuah psikoterapi, khususnya dalam masalah&lt;br /&gt;keluarga, atau yang terkait dengan relasi. Dinamakan transactional&lt;br /&gt;analysis karena terapis yang menggunakan metode ini akan membantu&lt;br /&gt;kliennya menganalisis interaksinya dengan orang lain. Interaksi-&lt;br /&gt;interaksi yang tidak tepat akan membawa kedua pihak pada hubungan&lt;br /&gt;yang tidak sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat menganalisis interaksi, kita harus memahami lebih dahulu&lt;br /&gt;bahwa tiap individu memiliki tiga kondisi ego (ego states) yang&lt;br /&gt;menggambarkan keberfungsian dari keadaan dirinya. Kondisi ego ini&lt;br /&gt;adalah anak (child), orangtua (parent), dan dewasa (adult).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dikatakan sedang dalam kondisi ego anak jika menampilkan&lt;br /&gt;karakteristik anak-anak seperti spontan, impulsif, berpusat pada diri&lt;br /&gt;sendiri, mencari kesenangan, senang bermain-main, berorientasi pada&lt;br /&gt;perasaan, cemas, mencari persetujuan orang lain, patuh, kooperatif,&lt;br /&gt;ataupun membantah. Contoh yang paling sederhana adalah, "Yuk, kita&lt;br /&gt;bermain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ego kita dalam kondisi orangtua jika kita menampilkan karakteristik&lt;br /&gt;yang khas orangtua baik sebagai orangtua yang mengasuh (nurturing)&lt;br /&gt;maupun mengontrol (controlling). Sifat mengasuh muncul dalam memuji,&lt;br /&gt;menenangkan, dan membantu. Contohnya, "Ya sudah, yang sabar, ya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat mengontrol dapat berupa tidak menyetujui suatu perilaku,&lt;br /&gt;menemukan kesalahan orang lain, ataupun berprasangka.&lt;br /&gt;Contohnya, "Kamu kalau jalan pakai mata, dong."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ego yang dewasa tampil dalam bentuk pernyataan atau sikap&lt;br /&gt;yang rasional, objektif, dan penuh pertimbangan. Contohnya, "Kamu&lt;br /&gt;sudah memikirkan risiko berbisnis dengan dia?" Perlu diperhatikan&lt;br /&gt;kondisi ego dewasa di sini tidak selalu mengacu kepada sikap yang&lt;br /&gt;dewasa. Dapat pula sekadar menyatakan data faktual, misalnya, "Hari&lt;br /&gt;sudah larut malam." Atau, "Sekarang sudah pukul 12."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampil Seimbang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ego itu tidak ada kaitannya dengan usia seseorang. Seorang&lt;br /&gt;anak kecil dapat saja menampilkan kondisi ego orangtua ketika&lt;br /&gt;menghibur temannya agar tidak menangis lagi. Seorang kakek dapat&lt;br /&gt;menampilkan kondisi ego anak ketika menginginkan es krim cokelat,&lt;br /&gt;sementara ia terkena diabetes. Seorang remaja dapat menampilkan&lt;br /&gt;kondisi ego dewasa ketika membatalkan kencannya karena harus belajar&lt;br /&gt;untuk ujian akhir. Seorang anak balita juga dapat menampilkan kondisi&lt;br /&gt;ego dewasa dengan mengatakan hujan sedang turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, tidak ada yang buruk ataupun baik dari masing-masing&lt;br /&gt;kondisi ego. Yang terpenting adalah ketiga kondisi ego itu tampil&lt;br /&gt;seimbang dalam diri kita, dan kita fleksibel dalam menggunakannya&lt;br /&gt;sesuai keperluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, ada pasangan suami istri bernama Anton dan Deisy.&lt;br /&gt;Suatu hari Deisy mengajak Anton menonton film Kungfu Panda. Ajakan&lt;br /&gt;Deisy itu menunjukkan kondisi ego anak yang ingin bersenang-senang&lt;br /&gt;dengan menonton film. Yang Deisy inginkan tentunya jawaban yang&lt;br /&gt;mendukung keinginannya untuk menonton (bersenang-senang). Dengan&lt;br /&gt;perkataan lain, Deisy menginginkan Anton menjawab dengan kondisi ego&lt;br /&gt;anak juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anton menjawab, "Wah, boleh juga idemu," Deisy tentu akan senang&lt;br /&gt;karena respons Anton sesuai dengan yang diharapkan. Atau bila Anton&lt;br /&gt;menjawab dengan ego dewasa, "Memang apa yang menarik dari film itu?",&lt;br /&gt;responsnya pun masih belum bertentangan dengan tuntutan Deisy.&lt;br /&gt;Interaksi seperti itu antara Anton dan Deisy dinamakan complementary&lt;br /&gt;transactions, karena saling melengkapi. Transaksi seperti itu adalah&lt;br /&gt;transaksi positif dalam sebuah relasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, jika Anton menjawab, "Kamu ini sudah tua kok senangnya nonton&lt;br /&gt;film anak kecil", kritik Anton jelas menampilkan kondisi ego&lt;br /&gt;orangtua. Dengan respons seperti itu dapat dibayangkan perasaan Deisy&lt;br /&gt;yang kesal karena tidak direspons dengan tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Respons Anton itu membuat interaksi di antara mereka menjadi crossed&lt;br /&gt;transactions. Crossed karena respons yang diberikan tidak sesuai&lt;br /&gt;tuntutan lawan bicara kita. Sampai di situ, Deisy dapat mengembalikan&lt;br /&gt;situasi menjadi complementary transactions jika ia mencoba lebih&lt;br /&gt;objektif dengan menampilkan kondisi ego dewasa seperti, "Tapi film&lt;br /&gt;itu sarat nilai-nilai positif lho."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, yang sering terjadi, respons yang tidak sesuai keinginan&lt;br /&gt;kita akan kita tanggapi dengan respons yang juga tidak tepat. Deisy,&lt;br /&gt;misalnya, akan merajuk, yang berarti ia kembali menampilkan kondisi&lt;br /&gt;ego anak. Bukan tidak mungkin akan terjadi pertengkaran karena&lt;br /&gt;masalah sepele terkait dengan film Kungfu Panda itu. Anton akan&lt;br /&gt;mengomentari sikap kekanakan Deisy, sementara Deisy akan mengatakan&lt;br /&gt;Anton tidak pernah memedulikan keinginannya. Kondisi seperti inilah&lt;br /&gt;yang disebut Berne dengan melakukan permainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara khusus, permainan antara Deisy dan Anton ini disebut dengan&lt;br /&gt;kegemparan (uproar) karena berakhir dengan pertengkaran. Permainan&lt;br /&gt;ini dapat diartikan sebagai interaksi yang akhirnya membawa kita pada&lt;br /&gt;perasaan yang negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain crossed transactions, ada lagi yang dinamakan ulterior&lt;br /&gt;transactions. Misalnya Anita mengatakan kepada Iwan, suaminya, "Aku&lt;br /&gt;benci sama kamu. Kamu jahat." Iwan yang mendengarnya akan menanggapi&lt;br /&gt;dengan, "Ya, aku memang jahat. Aku pantas untuk dibenci." Padahal&lt;br /&gt;Anita tidak sungguh-sungguh membenci Iwan. Yang ia inginkan dari&lt;br /&gt;perkataannya itu adalah Iwan merespons dengan meminta maaf dan&lt;br /&gt;mengatakan ia mencintai Anita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dalam ulterior transactions, pesan yang terucap tidak sama&lt;br /&gt;dengan pesan yang ingin disampaikan. Ada makna lain yang terselip di&lt;br /&gt;dalamnya. Atau sering disebut sebagai pesan tersembunyi (hidden&lt;br /&gt;message). Pesan seperti itu tentu sulit dipahami bahkan oleh pasangan&lt;br /&gt;yang telah menikah puluhan tahun sekalipun. Akhirnya ulterior&lt;br /&gt;transactions pun dapat membawa pasangan ke dalam permainan berjenis&lt;br /&gt;uproar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pecundang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, dalam berelasi, kita sering melakukan permainan-permainan&lt;br /&gt;itu. Kita senang dengan permainan karena senantiasa berharap dapat&lt;br /&gt;memenangkan permainan. Padahal, dalam sebuah hubungan, siapa pun yang&lt;br /&gt;memenangkan permainan itu tidak akan membuat hubungan itu menjadi&lt;br /&gt;lebih baik. Sebaliknya, yang terjadi, membuat hubungan menjadi lebih&lt;br /&gt;buruk. Berne bahkan dengan tegas mengatakan, siapa pun yang memainkan&lt;br /&gt;permainan adalah pecundang. Karena dengan bermain, mereka menghindari&lt;br /&gt;interaksi yang sehat dan bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, permainan hendaknya tidak dimulai. Jika sudah&lt;br /&gt;telanjur dimulai, permainan itu harus dihentikan. Bukan berarti kita&lt;br /&gt;harus menanggapi semua keinginan pasangan agar respons selalu sesuai&lt;br /&gt;tuntutan pasangan. Kadang memang ada baiknya keinginan itu ditanggapi&lt;br /&gt;secara rasional dengan menampilkan kondisi ego yang dewasa. Dengan&lt;br /&gt;perkataan lain, yang terpenting adalah menciptakan complementary&lt;br /&gt;transactions yang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang lebih penting adalah menghindari percakapan yang&lt;br /&gt;mengandung pesan-pesan tersembunyi (ulterior transactions).&lt;br /&gt;Percakapan seperti ini membuka celah untuk terjadinya kesalahpahaman.&lt;br /&gt;Kita harus ingat, relasi tentu bukan persoalan tebak-menebak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, katakan saja kebutuhan kita apa adanya dengan perkataan yang&lt;br /&gt;mudah dipahami. Jika telanjur sudah terjadi, ulterior transactions&lt;br /&gt;ini harus dihentikan. Caranya, dengan mencoba memahami pasangan untuk&lt;br /&gt;dapat mengambil makna tersembunyi. Atau langsung menanyakan kepadanya&lt;br /&gt;apa sebenarnya yang ingin disampaikan pasangan atau tindakan apa yang&lt;br /&gt;ia harapkan dapat kita lakukan untuknya. Cara itu lebih mudah dan&lt;br /&gt;dapat menyadarkannya bahwa kita sangat ingin menyenangkannya, namun&lt;br /&gt;tidak tahu apa yang harus dilakukan. Dengan demikian, kita akan&lt;br /&gt;terhindar dari permainan yang hanya dapat membawa kita pada&lt;br /&gt;pertengkaran yang lebih hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, are you playing games? Please, stop it right now.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: "Are You Playing Games?" oleh Lianawati, Penulis adalah Staf&lt;br /&gt;Pengajar Fakultas Psikologi Ukrida&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8438927544571633185-6272511171696497231?l=resonansi-motivasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/feeds/6272511171696497231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8438927544571633185&amp;postID=6272511171696497231' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/6272511171696497231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/6272511171696497231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/2008/08/are-you-playing-games.html' title='&quot;Are You Playing Games?&quot;'/><author><name>ZakiZagena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11247524602574680025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8438927544571633185.post-2221239327544805753</id><published>2008-07-28T19:49:00.000-07:00</published><updated>2008-07-28T19:55:38.178-07:00</updated><title type='text'>Ketekunan adalah Kekuatan Anda</title><content type='html'>Apa yang anda raih sekarang adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang anda lakukan terus menerus. Keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja.&lt;br /&gt;Bila anda yakin dengan tujuan dan jalan anda, maka anda harus memiliki ketekunan untuk tetap terus berusaha.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketekunan adalah kemampuan anda untuk tetap bertahan di tengah tekanan dan kesulitan. Anda tetap harus mengambil langkah selanjutnya. Jangan hanya berhenti di langkah pertama. Memang semakin jauh anda berjalan, semakin banyak rintangan yang menghalangi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, andai saja kemarin anda berhenti, maka anda tidak akan berada disini sekarang. Setiap langka menaikkan nilai diri anda. Apapun yang anda lakukan, jangan sampai kehilangan ketekunan anda. Karena ketekunan adalah daya tahan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pepatah mengatakan bahwa ribuan kilometer langkah dimulai dengan satu langkah. Sebuah langkah besar sebenarnya terdiri dari banyak langkah-langkah kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua hal di atas, langkah pertama dari semua keberhasilan harus anda mulai dari rumah anda. Rumah anda yang paling baik adalah hati anda. Itulah sebaik-baiknya tempat untuk memulai dan untuk kembali. Karena itu mulailah kemajuan anda dengan memajukan hati anda, kemudian pikiran dan usaha-usaha anda. Ketekunan hadir bila apa yang anda lakukan benar-benar berasal dari hati anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber : &lt;a href="http://resonansi-motivasi.blogspot.com/"&gt;Bijak Memaknai Hidup yang Indah&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8438927544571633185-2221239327544805753?l=resonansi-motivasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/feeds/2221239327544805753/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8438927544571633185&amp;postID=2221239327544805753' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/2221239327544805753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/2221239327544805753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/2008/07/ketekunan-adalah-kekuatan-anda.html' title='Ketekunan adalah Kekuatan Anda'/><author><name>ZakiZagena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11247524602574680025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8438927544571633185.post-7752531928310000611</id><published>2008-07-24T22:47:00.000-07:00</published><updated>2008-07-24T22:49:21.091-07:00</updated><title type='text'>Adakah Orang yang Mendoakan Kita...</title><content type='html'>Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat diRS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat memulai pembicaraan, "Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kalau hanya mencari 50 orang, itu mahgampang .. . " kata si pengusaha ini dengan yakinnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, "Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lembut si Malaikat berkata, "Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tampa menunggu reaksi dari si pengusaha, si malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Malaikat, "Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, " Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan&lt;br /&gt;seorang ayah. Hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahwa dia bukanlah suami yang baik. Dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya. Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini,penyesalan yang luar biasa. Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang !&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan setengah bergumam dia bertanya,"Apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab si Malaikat, " Ada beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka tidak Tulus. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik. Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah". Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata,"Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu ! ! Kau tidak jadi meninggal,karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan. "Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri. "&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalauseorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu. "&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Doa sangat besar kuasanya. Tak jarang kita malas. Tidak punya waktu. Tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia. Mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain... Sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terima kasih&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Karena pahlawan sejati, bukan dilihat dari kekuatan phisiknya,tapi dari kekuatan hatinya. Katakan ini dengan pelan, "Ya TUHAN saya mencintai-MU dan membutuhkan-MU, datang dan terangilah hati kami ,  panjangkanlah  umur  kedua orang  tuaku , sehatkanlah  badan  orang  tuaku,angkat penyakit  kedua orang  tuaku  dan  sembuhkanlah  seperti layaknya orang yang  sehat, dan  lindungilah  kedua orang tuaku  dari  hal yang  tidak  ku inginkan.tiada  daya  dan  upayaku hanya  melainkan  Engkau  tempat  ku  meminta  , tempat  ku  berteduh  , tempat  ku bernaung, tempat  ku  mengeluh  , tempatku  mengadu ,tempatku  segala galanya aamiiin &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8438927544571633185-7752531928310000611?l=resonansi-motivasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/feeds/7752531928310000611/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8438927544571633185&amp;postID=7752531928310000611' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/7752531928310000611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/7752531928310000611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/2008/07/adakah-orang-yang-mendoakan-kita.html' title='Adakah Orang yang Mendoakan Kita...'/><author><name>ZakiZagena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11247524602574680025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8438927544571633185.post-4269140816759031790</id><published>2008-07-23T21:15:00.000-07:00</published><updated>2008-07-23T21:17:22.443-07:00</updated><title type='text'>Mengejar Impian</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;"When the legends die, the dreams end; there is no more greatness. –&lt;br /&gt;Ketika legenda sudah mati, tentu impian-impian itu juga sudah&lt;br /&gt;berakhir; tak akan ada lagi kejayaan."&lt;br /&gt;~ Tecumseh of the Shawnees&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang mempunyai impian. Masing-masing orang tentu memiliki&lt;br /&gt;impian berbeda-beda. Ada yang mempunyai impian menjadi miliarder&lt;br /&gt;papan atas di dunia, mempunyai bisnis yang besar, mempunyai yayasan&lt;br /&gt;sosial yang besar dan canggih, berpengaruh dan terkenal di seluruh&lt;br /&gt;jagat, menjadi profesor ternama, menemukan mesin spektakuler, menjadi&lt;br /&gt;pelawak terkenal di seluruh dunia, mendapatkan pasangan hidup yang&lt;br /&gt;kaya dan terkenal dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impian itu merupakan hal besar yang mungkin mustahil diwujudkan bila&lt;br /&gt;dilihat dalam kondisi Anda sekarang ini. Tetapi sebenarnya impian&lt;br /&gt;merupakan langkah menuju sukses yang teramat penting. Tentang apakah&lt;br /&gt;impian tersebut terwujud atau tidak semuanya ada di tangan Anda&lt;br /&gt;sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada yang lebih cepat mewujudkan impian, ada pula yang lambat, bahkan&lt;br /&gt;ada yang tidak berhasil karena tidak melakukan langkah apa pun untuk&lt;br /&gt;mewujudkan impian tersebut. Ibarat Anda mengendarai mobil menuju&lt;br /&gt;sebuah tujuan yaitu impian tadi, terkadang lebih cepat sampai atau&lt;br /&gt;lebih lambat karena kondisi jalan berkelok, bergelombang atau banyak&lt;br /&gt;batu sandungan. Tak jarang diantara kita tak pernah sampai ke tempat&lt;br /&gt;tujuan karena hanya menggerutu dan mengutuk kondisi medan jalan yang&lt;br /&gt;sulit ditempuh atau terlalu lama tidur di tepi jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya setiap proses menuju impian terasa tidak begitu mudah&lt;br /&gt;dilalui. Ada saja tantangan meskipun Anda sudah melakukan yang&lt;br /&gt;terbaik, sehingga membutuhkan usaha yang berulang-ulang, perhatian&lt;br /&gt;dan perjuangan ekstra. Tantangan tersebut bukanlah kegagalan. Bahkan&lt;br /&gt;bila kita cermati, tantangan itu membentuk diri Anda menjadi lebih&lt;br /&gt;baik dalam berbagai hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jangan mudah putus asa dan kehilangan keberanian untuk mencoba&lt;br /&gt;lagi mewujudkan impian. Tingkatkan kemauan Anda. Maka pintu&lt;br /&gt;kesempatan untuk mewujudkan impian akan selalu terbuka lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jonathan, teman saya semasa SMA begitu mencintai dunia bisnis dan&lt;br /&gt;bermimpi untuk mengabdikan hidupnya di dunia tersebut. Beberapa tahun&lt;br /&gt;kemudian usahanya berkembang pesat dan menggurita. Hidupnya&lt;br /&gt;bergelimang kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di usia 40 tahun ia tersadar akan impiannya mengabdi di dunia&lt;br /&gt;pendidikan. Sehingga ia memutuskan untuk kembali menempuh pendidikan.&lt;br /&gt;Kemudian ia berhasil menyelesaikan pendidikan S2 dan S3. Saat ini ia&lt;br /&gt;sudah menjadi seorang profesor di sebuah universitas ternama di&lt;br /&gt;Malaysia. "Setelah mengelilingi seputaran, baru aku temui diriku yang&lt;br /&gt;sebenarnya. Kini aku memulai kehidupanku yang baru," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya masih banyak lagi contoh orang-orang yang sudah berhasil&lt;br /&gt;meraih impian. Jika mereka berhasil, lalu mengapa sebagian besar&lt;br /&gt;diantara kita belum mencapainya? Seperti yang sudah saya singgung&lt;br /&gt;tadi, jawabannya adalah karena kita belum melaksanakan tindakan untuk&lt;br /&gt;menjemput impian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan yang saya maksud adalah melakukan sesuatu untuk mendekatkan&lt;br /&gt;diri pada tujuan. Jika tidak dapat melakukan tindakan secara lebih&lt;br /&gt;cepat, Anda dapat memulainya secara perlahan. Tetapi pastikan Anda&lt;br /&gt;selalu melakukan sesuatu untuk tiba pada impian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari salah seorang teman saya yang bermimpi suaminya kelak&lt;br /&gt;adalah pria yang sukses dalam karir dan mencintai dirinya sepenuh&lt;br /&gt;hati. Oleh sebab itu ia sangat berhati-hati memilih teman dekatnya.&lt;br /&gt;Sampai-sampai mayoritas teman-teman dan kerabatnya pesimis, karena di&lt;br /&gt;usia sudah memasuki 30 tahun ia belum menemukan pendamping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kemauannya begitu kuat dan tidak pernah putus asa mencari&lt;br /&gt;sekaligus menunggu. Di usia 35 tahun barulah ia berhasil menemukan&lt;br /&gt;pria yang dia impikan. Meskipun agak terlambat, tetapi ia berhasil&lt;br /&gt;mendapatkan apa yang sangat ia dambakan. Bahkan sekarang&lt;br /&gt;kebahagiaannya semakin lengkap setelah dikaruniai seorang anak&lt;br /&gt;lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tindakan, untuk sampai kepada impian juga butuh sikap&lt;br /&gt;konsisten. Artinya Anda siap menghadapi tantangan dalam proses&lt;br /&gt;pencapaian impian, sekalipun Anda harus keluar dari zona nyaman. "In&lt;br /&gt;Dreams Begin Responsibilities. Tanggung jawab bermula dari sebuah&lt;br /&gt;impian," kata Delmore Schwartz. Sekali Anda bersikap konsisten, maka&lt;br /&gt;Anda akan selalu menemukan kekuatan untuk terus melanjutkan&lt;br /&gt;perjuangan hingga tiba pada tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti teman saya lainnya sebut saja Desi, meskipun baru berusia 30&lt;br /&gt;tahun ia mempunyai karir sangat cemerlang dan mempunyai keluarga yang&lt;br /&gt;harmonis. Hidupnya sukses dan bahagia. Tetapi ia masih mempunyai&lt;br /&gt;impian untuk menyelesaikan pendidikan sarjana yang tertunda sejak 7&lt;br /&gt;tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi mengejar impian tersebut ia tidak segan keluar dari zona nyaman.&lt;br /&gt;Sebagaimana Jiminy Cricket menyatakan, "When your heart is in your&lt;br /&gt;dreams, no request is too extreme. – Ketika impian itu tertanam di&lt;br /&gt;hati Anda, tak kan ada yang terasa berat untuk dilakukan." Oleh sebab&lt;br /&gt;itu, Desi justru menikmati aktivitasnya belajar di sebuah universitas&lt;br /&gt;swasta di Jakarta dua kali dalam satu minggu. Sesampainya di rumah ia&lt;br /&gt;juga masih menyempatkan diri untuk belajar. Motivasinya semata-mata&lt;br /&gt;hanya ingin mengejar impian yang tertunda, bukan sekedar mencari&lt;br /&gt;selembar ijasah atau tergiur posisi lebih strategis di kantor setelah&lt;br /&gt;mendapatkan gelar sarjana nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impian mungkin hanya merupakan khayalan belaka. Tetapi jika impian&lt;br /&gt;tersebut disertai dengan tindakan, sikap konsisten, dan kemauan untuk&lt;br /&gt;berjuang keras meskipun harus keluar dari zona nyaman ditambah dengan&lt;br /&gt;rasa syukur dan doa maka akan menjadikan diri kita lebih pintar,&lt;br /&gt;kreatif dan kehidupan kita lebih terarah. Jika Anda ingin&lt;br /&gt;meningkatkan produktivitas diri dan kualitas kehidupan, maka pastikan&lt;br /&gt;Anda mempunyai impian dan berusaha maksimal untuk mengejarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://resonansi-motivasi.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: Mengejar Impian oleh Andrew Ho, seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller.&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8438927544571633185-4269140816759031790?l=resonansi-motivasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/feeds/4269140816759031790/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8438927544571633185&amp;postID=4269140816759031790' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/4269140816759031790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/4269140816759031790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/2008/07/mengejar-impian.html' title='Mengejar Impian'/><author><name>ZakiZagena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11247524602574680025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8438927544571633185.post-4180671211400538943</id><published>2008-07-21T00:38:00.000-07:00</published><updated>2008-07-21T00:39:00.622-07:00</updated><title type='text'>KATA BIJAK HARI INI</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Anda tidak dapat mengendalikan perbuatan dan sikap orang lain&lt;br /&gt;Tetapi Anda dapat mengendalikan reaksi mental dan sikap anda tehadap perbuatan mereka&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Dan itulah yang terpenting bagi anda&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Zakizagena&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada sikap bijak tanpa adanya cinta..."&lt;br /&gt;N. Sri Ram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian "kata bijak hari ini" dari blog ini akan selalu terupdate. Untuk melihat kata bijak-kata bijak yang sudah diposting sebelumnya, tinggal click "Baca Selengkapnya".&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8438927544571633185-4180671211400538943?l=resonansi-motivasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/feeds/4180671211400538943/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8438927544571633185&amp;postID=4180671211400538943' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/4180671211400538943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/4180671211400538943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/2008/07/kata-bijak-hari-ini_21.html' title='KATA BIJAK HARI INI'/><author><name>ZakiZagena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11247524602574680025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8438927544571633185.post-8161483974310213710</id><published>2008-07-20T21:21:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T21:25:00.456-07:00</updated><title type='text'>Melakukan Inisiatif</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://resonansi-motivasi.blogspot.com/"&gt;"Ya, gue cari jalan lain.''&lt;br /&gt;-- Benyamin Sueb dalam `Lampu Merah' &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMANYA juga orang baru, sudah tentu banyak hal yang dia tidak tahu.&lt;br /&gt;Alkisah, seorang manajer baru masuk kantor tepat di hari pertamanya.&lt;br /&gt;Bukan sambutan hangat yang dia terima, tapi masalah yang dia dapat.&lt;br /&gt;Pagi-pagi sekali, saat hendak membuang hajat ke jamban, dia langsung&lt;br /&gt;dikejutkan oleh air yang menggenang hingga ke lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si manajer baru yang ternyata polos, tidak bisa berbuat banyak. Dia&lt;br /&gt;langsung balik kanan dan masuk ke kamar direktur utama. Hmm, tentu&lt;br /&gt;saja aneh bin ajaib. Coba tebak apa yang akan dia lakukan? Sekadar&lt;br /&gt;menyapa sang bos lalu basa-basi sebentar, atau hal yang ingin dia&lt;br /&gt;sampaikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata nomor dua yang diambil. Namun sungguh di luar dugaan.&lt;br /&gt;Kepada direktur utama, orang paling tinggi jabatannya di Perfect&lt;br /&gt;Courier di Brooklyn, New York, si manajer baru melaporkan soal&lt;br /&gt;toilet bocor tersebut. Kepada Norm Brodsky, Direktur Utama&lt;br /&gt;perusahaan itu, si manajer bertanya apa yang harus dilakukannya dan&lt;br /&gt;siapakah yang harus bertanggung jawab dengan masalah tersebut. Naif&lt;br /&gt;sekali memang, tapi itulah yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapat laporan dari orang baru itu, Brodsky segera berdiri. Dia&lt;br /&gt;bergegas menuju gudang, mengambil lap dan ember dan masuk ke kamar&lt;br /&gt;mandi. Si manajer lugu itu mengikutinya. Brodsky pun berlaku sebagai&lt;br /&gt;petugas kebersihan. Dia mulai membersihkan toilet yang bocor tanpa&lt;br /&gt;memperhatikan sang manajer baru yang melihat dengan penuh&lt;br /&gt;kebingungan. Setelah selesai, Brodsky pun buka suara. ''Itulah yang&lt;br /&gt;harus kita lakukan di sini jika toilet banjir. Lain kali, kamu harus&lt;br /&gt;melakukannya sendiri,'' ujarnya. Lembut sekali, namun terasa menohok&lt;br /&gt;di dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inisiatif, kata yang sangat akrab di telinga. Di kala semua pintu&lt;br /&gt;sudah tertutup, pada saat itulah inisiatif dibutuhkan. Seekor tikus&lt;br /&gt;yang dikejar kucing dapat lolos karena si tikus mampu mendapatkan&lt;br /&gt;jalan yang tak pernah diduga. Satu lubang kecil dia temukan ketika&lt;br /&gt;semua jalan sudah tertutup. Lewat lubang itulah dia terselamatkan.&lt;br /&gt;Insting, naluri, bisa jadi berdekatan dengan inisiatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semestinya si manajer itu punya akal atau cara lain untuk mengatasi&lt;br /&gt;masalah yang dihadapi. Insting atau nalurinya harus dipakai untuk&lt;br /&gt;sekadar mengepel dan membersihkan lantai, tapi nyatanya dia langsung&lt;br /&gt;mengalami kebuntuan. Akibatnya, si direktur pun jengkel berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah manajer seperti itu hanya ada di Amerika Serikat. Di&lt;br /&gt;negeri sendiri, justru kita bernafas lega. Di Belitung Timur, ada&lt;br /&gt;orang namanya Basuki Tjahaya Purnama. Sehari-hari dia dipanggil&lt;br /&gt;Ahok. Dia bukanlah orang sembarangan di tempat itu. Jabatannya&lt;br /&gt;Bupati alias Kepada Daerah Tingkat II, untuk periode 2005-2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahok teramat istimewa. Ketika daerahnya tak memiliki cukup dana&lt;br /&gt;untuk memenuhi kebutuhannya, dia tidak lantas mentok akal lalu&lt;br /&gt;mengadu pada pemimpin yang lebih tinggi. Tahu apa yang&lt;br /&gt;dilakukannya? Pendidikan di daerahnya, mulai dari sekolah dasar&lt;br /&gt;hingga sekolah menengah atas, dia bebaskan dari biaya alias gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mana dia mendapatkan biaya untuk itu? Ini yang luar biasa. Ahok&lt;br /&gt;melakukan inisiatif yang sesungguhnya. Dia memotong tunjangan&lt;br /&gt;jabatannya. Inisiatif lainnya dia berunding dengan para guru.&lt;br /&gt;Hasilnya, dana bantuan operasional sekolah alias BOS dipakainya&lt;br /&gt;tidak lagi untuk memperbaiki pagar sekolah tapi dialihkan membiayai&lt;br /&gt;pendidikan gratis tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kreativitas atau inisiatif pun dilakukan di bidang kesehatan. Lagi-&lt;br /&gt;lagi, Ahok memotong sebagian besar tunjangan jabatannya. Orang&lt;br /&gt;menjadi sakit karena dia tidak memiliki cukup untuk mencapai standar&lt;br /&gt;hidup sehat. Itulah yang ada di kepalanya. Nah, karena itu pula yang&lt;br /&gt;menyebabkan para pasien tak bisa datang ke dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun membebaskan biaya pengobatan pada warganya, mulai dari&lt;br /&gt;puskesmas hingga rumah sakit di Pangkal Pinang, Ibu Kota Provinsi&lt;br /&gt;Kepulauan Bangka Belitung. Dengan cara itu, pasien puskemas&lt;br /&gt;meningkat sampai 300 persen dari 20 orang menjadi 60 orang per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua cerita itu jelaslah betapa inisiatif merupakan hal penting bagi&lt;br /&gt;siapa pun dan di mana pun. Inisiatif yang keluar dari tindakan&lt;br /&gt;seseorang akan menentukan kualitas manusia itu sendiri. Alangkah&lt;br /&gt;kacaunya bila semua keputusan, apalagi dalam sebuah keadaan yang&lt;br /&gt;genting, harus menunggu perintah dari atasan, dengan alasan tidak&lt;br /&gt;ingin dianggap salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pekerjaan dan kehidupan yang kita jalani, diperlukan tindakan&lt;br /&gt;inisiatif. Inisiatif perlu dilakukan tanpa harus menunggu dahulu&lt;br /&gt;apa yang harus dilakukan dan siapa yang harus melakukan. Pada&lt;br /&gt;akhirnya, apa pun inisiatif yang dilakukan seseorang, akan sangat&lt;br /&gt;berguna bagi kebanyakan orang lain. Sekecil apa pun tindakan yang&lt;br /&gt;dilakukan, sudah jelas akan menghasilkan manfaat yang luar biasa.&lt;br /&gt;Selain itu, dengan berinisiatif, menunjukkan sebuah keberanian untuk&lt;br /&gt;bertindak. (140708)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://resonansi-motivasi.blogspot.com/"&gt;Sumber: Melakukan Inisiatif oleh Sonny Wibisono, penulis, tinggal di Jakarta &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8438927544571633185-8161483974310213710?l=resonansi-motivasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/feeds/8161483974310213710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8438927544571633185&amp;postID=8161483974310213710' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/8161483974310213710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/8161483974310213710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/2008/07/melakukan-inisiatif.html' title='Melakukan Inisiatif'/><author><name>ZakiZagena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11247524602574680025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8438927544571633185.post-6969840416577077490</id><published>2008-07-18T02:08:00.000-07:00</published><updated>2008-07-18T02:09:38.443-07:00</updated><title type='text'>Menjadi Pendengar yang Baik</title><content type='html'>"Pendengar yang baik tidak hanya dapat diterima dimana-mana, tetapi&lt;br /&gt;juga dapat mengambil hikmah dari apa yang didengarnya."&lt;br /&gt;-- Wilson Mizner, Playwright, 1876-1933&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ACARA itu pada awalnya lancar-lancar saja. Maklum, ini kan acara&lt;br /&gt;yang dihadiri orang-orang terhormat. Nama eventnya juga keren:&lt;br /&gt;pembekalan forum konsolidasi pimpinan daerah. Nah, di sanalah para&lt;br /&gt;pemimpin di daerah seperti Bupati, Wali Kota, dan Ketua DPRD tumplek&lt;br /&gt;blek di dalam Gedung Lembaga Ketahanan Nasional, 8 April lalu.&lt;br /&gt;Mereka pun takzim mendengarkan pidato Presiden Susilo Bambang&lt;br /&gt;Yudhoyono. Namun, sesaat kemudian, saat Presiden berpidato mengenai&lt;br /&gt;penghematan anggaran, tiba-tiba pidato itu terhenti. Lo, what&lt;br /&gt;happened aya naon?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Awalnya tak ada yang tahu pasti kenapa Presiden diam. Namun,&lt;br /&gt;telunjuknya yang diarahkan pada seseorang di deret kursi keempat&lt;br /&gt;paling belakang, menjadi jawabannya. "Itu coba bangunkan yang tidur&lt;br /&gt;itu. Kalau tidur di luar saja!" ujarnya sambil menunjuk pimpinan&lt;br /&gt;daerah dimaksud. Waduh, ini kok seperti zaman kita sekolah dulu.&lt;br /&gt;Tentulah kita masih ingat saat di antara murid, dan siapa tahu Anda&lt;br /&gt;sendiri yang mengalaminya, terpaksa diusir dari kelas. Nah, kembali&lt;br /&gt;ke pertemuan akbar itu, persis seperti keadaan di kelas, tanpa&lt;br /&gt;dikomando, seratusan hadirin yang ada di ruangan tersebut menegakkan&lt;br /&gt;duduknya. Yang tadinya setengah tertidur, menjadi melek beneran.&lt;br /&gt;Beberapa peserta diarah telunjuk Presiden menengok ke kiri dan ke&lt;br /&gt;kanan mencari siapa orang yang dimaksud. Presiden&lt;br /&gt;melanjutkan, "Pimpinan bagaimana dapat memimpin rakyat kalau tidur!&lt;br /&gt;Malu dengan rakyat yang memilih. Untuk mendengarkan pembicaraan&lt;br /&gt;untuk rakyat saja tidur! Jangan main-main dengan tangung jawab.&lt;br /&gt;Berdosa, bersalah dengan rakyat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, apa sih yang membuat para kepala daerah itu sampai tertidur?&lt;br /&gt;Katanya sih banyak sebab. Salah satunya jadwal yang padat dari para&lt;br /&gt;peserta menjadi biang kerok para peserta menjadi tidak fokus dan&lt;br /&gt;juga kelelahan. Haha… jadi mikir nih, di daerah masing-masing&lt;br /&gt;bukankah mengurusi daerah juga bikin lelah. Jangan-jangan…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sudahlah. Mari kita berbaik sangka. Mereka memang kelelahan.&lt;br /&gt;Tetapi, alasan apa pun yang diberikan, memang tidak sepatutnya&lt;br /&gt;seseorang tertidur ketika orang lain sedang berbicara. Apalagi dalam&lt;br /&gt;acara sepenting itu. Bila yang lain dapat mendengarkan pidato&lt;br /&gt;presiden dengan baik, maka seharusnya berlaku sama bagi peserta yang&lt;br /&gt;lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi seorang pembicara memang sulit. Tetapi lebih sulit lagi&lt;br /&gt;menjadi seorang pendengar yang baik. Apakah memang benar, menjadi&lt;br /&gt;seorang pendengar yang baik itu penting? Penelitian oleh Crocker,&lt;br /&gt;1978 yang hingga kini masih tetap menjadi acuan, menemukan fakta&lt;br /&gt;bahwa dari 300 organisasi yang diteliti, sebagian besar&lt;br /&gt;menempatkan "listening" di urutan teratas, sebagai syarat seorang&lt;br /&gt;pemimpin yang berhasil. Lantas apa bedanya dengan "hearing"? Ada&lt;br /&gt;perbedaan antara "listening" dengan "hearing". "Hearing" berarti&lt;br /&gt;mendengar suara, sedangkan "listening" berarti menangkap makna dari&lt;br /&gt;suara yang didengar. 'Listening requires paying attention,&lt;br /&gt;interpreting, and remembering sound stimuli.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengarkan secara aktif (active listening) menuntut kita agar&lt;br /&gt;mampu menempatkan diri sebagai pihak yang menyampaikan pesan atau&lt;br /&gt;empati. Kita harus berkonsentrasi dan mau memahami sepenuhnya isi&lt;br /&gt;yang dikemukakan pembicara. Sedangkan mendengarkan secara pasif,&lt;br /&gt;menempatkan diri kita hanya seperti mesin perekam saja. Semua kata&lt;br /&gt;hanya dimasukan ke dalam memori, baik yang penting dan yang tidak,&lt;br /&gt;sehingga kita tidak dapat membedakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana untuk menjadi pendengar yang efektif? Delapan kiat&lt;br /&gt;ini bolehlah dicoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lakukan kontak mata (make eye contact)&lt;br /&gt;Perasaan siapa yang tak kesal bila seseorang yang diajak ngobrol&lt;br /&gt;malah memalingkan muka. Anda tentu akan mentafsirkan bahwa orang&lt;br /&gt;tersebut mungkin tidak tertarik akan apa yang Anda bicarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Anggukan kepala dan ekspresikan wajah penuh perhatian&lt;br /&gt;(exhibit affirmative head nods and appropriate facial expression)&lt;br /&gt;Pendengar yang efektif tertarik atas apa yang sedang diucapkan orang&lt;br /&gt;lain dengan memberikan tanda "nonverbal". Menganggukan kepala,&lt;br /&gt;menaikkan alis mata, mengerutkan wajah, terkejut ketika pembicara&lt;br /&gt;melontarkan ide gila, tertawa ketika pembicara melontarkan humor,&lt;br /&gt;menggeser posisi duduk ke arah pembicara, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Cegah tindakan atau gerakan yang berkesan negatif (avoid distraction actions or gestures)&lt;br /&gt;Ketika anda sedang mendengarkan pembicaraan orang lain, jangan terlampau sering melihat atau melirik ke arah jam, memainkan pena, mencongkel kotoran di kuku, membuka-buka halaman buku, atau mengerjakan sesuatu yang tidak berkaitan dengan isi pembicaraan. Tindakan-tindakan tersebut mengesankan bahwa anda bosan, atau tidak tertarik pada apa yang sedang diutarakan pembicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ajukan pertanyaan (ask questions)&lt;br /&gt;Pendengar yang kritis mencoba menganalisis apa yang didengarkannya,&lt;br /&gt;dan lalu mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang relevan. Hal ini&lt;br /&gt;menunjukkan bahwa Anda memang benar-benar mendengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Uraikan apa yang didengar dengan kata-kata sendiri (paraphrase)&lt;br /&gt;Dalam suatu percakapan, misalkan saja Anda mendengar sang pembicara&lt;br /&gt;mengatakan sesuatu dan Anda ingin menegaskannya, maka Anda&lt;br /&gt;mengatakan, "Maaf tadi Anda mengatakan…..(kata-kata pembicara),&lt;br /&gt;apakah itu artinya….. (kata-kata anda sendiri)?" Ada dua alasan&lt;br /&gt;mengapa tindakan ini perlu dilakukan. Pertama, sebagai tanda bahwa&lt;br /&gt;Anda memperhatikan betul isi pembicaraan. Kedua, sebagai tanda&lt;br /&gt;bahwa Anda ingin mengerti apa yang dimaksud si pembicara atau jangan&lt;br /&gt;sampai salah mentafsirkan kata-kata pembicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Hindarkan menginterupsi atau memotong pembicaraan (avoid&lt;br /&gt;interrupting the speaker)&lt;br /&gt;Beri kesempatan kepada pembicara untuk menyelesaikan isi&lt;br /&gt;pembicaraannya. Setelah itu baru anda boleh mengajukan pertanyaan&lt;br /&gt;atau memberikan komentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Jangan terlalu banyak bicara (don't over-talk)&lt;br /&gt;Ketika kita sedang dalam posisi sebagai pendengar yang baik,&lt;br /&gt;tahanlah untuk tidak banyak bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Siapkan dirimu menjadi pembicara sekaligus pula pendengar yang&lt;br /&gt;baik (make smooth transitions between the roles of speaker and&lt;br /&gt;listener)&lt;br /&gt;Anda juga harus tahu kapan saat yang tepat untuk menjadi seorang&lt;br /&gt;pembicara dan juga kapan saat yang tepat untuk menjadi seorang&lt;br /&gt;pendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi seorang pendengar yang baik, kita perlu melatihnya.&lt;br /&gt;Bahkan kalau perlu setiap hari. Presiden Theodore Roosevelt bukan&lt;br /&gt;hanya ulung dalam hal berpidato, namun juga seorang pendengar yang&lt;br /&gt;baik. Ia pun menghargai sang lawan bicara. Dalam suatu pesta besar,&lt;br /&gt;Roosevelt bosan dengan orang-orang yang selalu membalas komentarnya&lt;br /&gt;hanya dengan basa-basi. Roosevelt mulai mengubah dengan menyambut&lt;br /&gt;orang lain dengan senyuman sambil mengatakan, "Tadi pagi saya bunuh&lt;br /&gt;nenek saya lo!". Orang-orang di sekitarnya mengabaikan komentarnya&lt;br /&gt;yang "penting" ini. Kebanyakan orang-orang tidak mendengar apa yang&lt;br /&gt;dikatakan sang presiden. Namun seorang diplomat mendengarnya. Begitu&lt;br /&gt;mendengar komentar sang presiden, ia segera berbisik kepada sang&lt;br /&gt;presiden, "Saya yakin itu memang takdirnya ya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat suatu perubahan, baik kecil ataupun besar, diawali dengan&lt;br /&gt;suatu tindakan, yaitu mendengarkan. (140408)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Menjadi Pendengar yang Baik oleh Sonny Wibisono, penulis,&lt;br /&gt;tinggal di Jakarta&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8438927544571633185-6969840416577077490?l=resonansi-motivasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/feeds/6969840416577077490/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8438927544571633185&amp;postID=6969840416577077490' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/6969840416577077490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/6969840416577077490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/2008/07/menjadi-pendengar-yang-baik.html' title='Menjadi Pendengar yang Baik'/><author><name>ZakiZagena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11247524602574680025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8438927544571633185.post-7598961146604519719</id><published>2008-07-17T20:37:00.000-07:00</published><updated>2008-07-17T20:38:54.087-07:00</updated><title type='text'>Maafkan Aku Ayah</title><content type='html'>Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya... karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya... karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.&lt;br /&gt;Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, "Kerjaan siapa ini !!!" ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ' Saya tidak tahu..tuan." "Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?" hardik si isteri lagi.&lt;br /&gt;Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata "Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik ...kan!" katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apa menangis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya&lt;br /&gt;Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan.&lt;br /&gt;Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa... Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. "Oleskan obat saja!" jawab bapak si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. "Dita demam, Bu"...jawab pembantunya ringkas. "Kasih minum panadol aja ," jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. "Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap" kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. "Tidak ada pilihan.." kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut..."Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah" kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.&lt;br /&gt;Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. "Ayah.. ibu... Dita tidak akan melakukannya lagi.... Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi... Dita sayang ayah.. sayang ibu.", katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. "Dita juga sayang Mbok Narti.." katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.&lt;br /&gt;"Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?... Bagaimana Dita mau bermain nanti?... Dita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi, " katanya berulang-ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun demi tahun kedua orang tua tsb menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi...,Namun...., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tsb tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://resonansi-motivasi.blogspot.com/"&gt;Sumber : Unknown&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8438927544571633185-7598961146604519719?l=resonansi-motivasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/feeds/7598961146604519719/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8438927544571633185&amp;postID=7598961146604519719' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/7598961146604519719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/7598961146604519719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/2008/07/maafkan-aku-ayah.html' title='Maafkan Aku Ayah'/><author><name>ZakiZagena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11247524602574680025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8438927544571633185.post-102826366166800145</id><published>2008-07-16T21:13:00.000-07:00</published><updated>2008-07-16T21:24:08.684-07:00</updated><title type='text'>“Terima Kasih!”</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;“Tuhan memberikan Anda hadiah 86.400 detik setiap harinya. Sudahkah Anda menggunakan satu detik saja untuk mengucapkan ”terima kasih””?&lt;br /&gt;-- William Arthur Ward, penulis dan editor Amerika, 1921- 1994&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEORANG mahasiswa Indonesia mengalami kebingungan ketika pertama kali kuliah di Jerman, karena setiap kali selesai kuliah, terdengar suara riuh-rendah para mahasiswa mengetuk meja dan bangku secara berulang-ulang. Tentu saja yang terdengar seperti suara orkestra yang kehilangan dirijennya. Berisik dan saling susul menyusul antara suara nada dan melodi. Setelah beberapa kali kuliah, seorang teman melihat bahwa ia tidak melakukan hal yang sama, mengetuk dan memukul meja setiap kali selesai kuliah dilakukan. “Mengapa harus memukul meja?” tanya sang mahasiswa keheranan. Temannya pun menjelaskan bahwa hal itu merupakan tradisi di Jerman, sebuah ungkapan terima kasih kepada dosen yang telah selesai mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kedengarannya memang aneh, tapi begitulah faktanya. Ucapan ’terima kasih’ ternyata tidak harus dilakukan dengan bertepuk tangan saja. Tidak juga hanya dengan kata-kata, ’terima kasih, tarimo kasih, matur nuwun, hatur nuhun, matur suksama, xie xie, thanks, thenk ye, danke, merci, shukran, arigato gozaimasu.’ Tapi juga bisa dilakukan dengan banyak cara. Mengapa kita perlu mengucapkan terima kasih kepada seserorang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih. Ungkapan sederhana yang terdiri dari dua kata, tetapi mempunyai makna yang sangat mendalam dan memiliki arti yang besar bagi yang menerimanya. Kenyataannya, ucapan ’terima kasih’ ini pada saat sekarang menjadi barang yang langka di negara ini. Tak percaya? Bukalah koran atau majalah setiap hari. Lalu lihatlah surat pembaca. Apa yang Anda temukan? Betul. Selalu ada saja komplain dari surat yang dikirimkan oleh pembaca koran dan majalah tersebut. Komplain berbagai macam hal, mulai dari yang penting hingga yang sebenarnya pantas masuk keranjang sampah. Isinya, mulai dari pelayanan yang kurang memuaskan dari perusahaan, komplain kinerja aparatur pemerintah, komplain listrik yang byar-pet, hingga komplain mengenai tayangan sinetron yang dinilai tidak mendidik. Tapi, apakah Anda menemukan surat pembaca yang berisikan sebuah ucapan terima kasih? Dalam seminggu, saya yakin, belum tentu sekali Anda mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih. Memang mudah diucapkan, tetapi sulit menjadi suatu kebiasan. Semakin tinggi status sosial dan jabatan seseorang, seharusnya semakin sering pula ia mengucapkan terima kasih. Mengapa? Karena dapat dipastikan, ia akan selalu membutuhkan bantuan dari bawahannya. Akan tetapi, mengucapkan terima kasih, tidak melulu harus dilakukan oleh seorang yang mempunyai jabatan atau status sosialnya tinggi. Setiap orang pada hakekatnya mempunyai kewajiban yang sama. Tak perlu jauh-jauh, ketika Anda bekerja, tentu dilayani oleh office boy setiap harinya yang selalu setia menemani Anda bekerja. Tetapi, sudahkah Anda mengucapkan terima kasih setiap kali ia mengantarkan minuman kepada Anda. Atau hanya sekedar mengambilkan karet gelang misalnya. Cobalah Anda bayangkan, jika satu hari saja office boy di tempat kerja Anda tidak masuk karena sakit. Repot bukan? Walaupun hanya dengan sebuah ucapan terima kasih, orang yang telah memberikan bantuan kepada Anda akan merasa lebih dihargai dan dihormati. Setidaknya, ia telah melakukan pekerjaan tersebut dengan tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih. Suatu ucapan yang memiliki dimensi bahwa kita merupakan makhluk sosial yang selalu membutuhkan uluran bantuan dari orang lain. Karena kita hidup tak sendiri. Makna yang lebih dalam dari suatu ungkapan terima kasih ialah bahwa dalam lingkup interaksi sosial, kita selalu membutuhkan cinta kasih. Dengan kasih itulah, kita akan selalu tergerak untuk menolong orang lain. Bayangkan, bila semua saling memberi kasih, maka semua persoalan di negara ini dapat diminimalisir untuk diatasi. Dengan cinta kasih, hidup menjadi lebih berarti dan bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih. Ucapan yang memberikan kekuatan energi positif bagi pemberi dan penerimanya. Energi tersebut akan lebih bernilai bila kita tidak hanya mengucapkannya saja. Satu saat, Anda melakukannya tak cukup hanya dengan mengucapkannya saja bukan? Selain ucapan, sebagai gantinya, kita bisa saja memberikan imbalan balik berupa uang, barang, jasa, atau minimal tentu saja doa yang tulus kepada seseorang yang telah menolong kita. Dan bila suatu saat kita menolong orang, sangat mungkin orang tersebut tidak hanya mengucapkan terima kasih kepada kita tetapi juga mendoakan kita secara tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih. Tidaklah sulit untuk diucapkan. Juga gratis, tak perlu biaya untuk mengucapkannya. Oleh karena itu, mulai saat ini, kita harus membiasakan mengucapkan terima kasih kepada setiap orang yang telah menolong kita, walau sekecil apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://resonansi-motivasi.blogspot.com/"&gt;Terima kasih, tak lupa pula saya mengucapkan hal itu kepada Anda yang telah membaca tulisan ini. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: ”Terima kasih!” oleh Sonny Wibisono, penulis, tinggal di Jakarta&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8438927544571633185-102826366166800145?l=resonansi-motivasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/feeds/102826366166800145/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8438927544571633185&amp;postID=102826366166800145' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/102826366166800145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/102826366166800145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/2008/07/terima-kasih.html' title='“Terima Kasih!”'/><author><name>ZakiZagena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11247524602574680025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8438927544571633185.post-3221501848402006397</id><published>2008-07-16T01:07:00.000-07:00</published><updated>2008-07-16T01:09:23.875-07:00</updated><title type='text'>Segenggam Gundah (Ode untuk Para Ayah)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Subuh tadi saya melewati sebuah rumah, 50 meter dari rumah saya dan melihat seorang isteri mengantar suaminya sampai pagar depan rumah. "Yah, beras sudah habis loh...," ujar isterinya. Suaminya hanya tersenyum dan bersiap melangkah, namun langkahnya terhenti oleh panggilan anaknya dari dalam rumah, "Ayah, besok Agus harus bayar uang praktek."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya...," jawab sang Ayah. Getir terdengar di telinga saya, apalah lagi bagi lelaki itu, saya bisa menduga langkahnya semakin berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong, saya jadi ingat pesan anak saya semalam, "Besok beliin lengkeng ya" dan saya hanya menjawabnya dengan "Insya Allah" sambil berharap anak saya tak kecewa jika malam nanti tangan ini tak berjinjing buah kesukaannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di kantor, seorang teman menerima SMS nyasar, "Jangan lupa, pulang beliin susu Nadia ya". Kontan saja SMS itu membuat teman saya bingung dan sedikit berkelakar, "Ini, anak siapa minta susunya ke siapa". Saya pun sempat berpikir, mungkin jika SMS itu benar-benar sampai ke nomor sang Ayah, tambah satu gundah lagi yang bersemayam. Kalau tersedia cukup uang di kantong, tidaklah masalah. Bagaimana jika sebaliknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak para Ayah setiap pagi membawa serta gundah mereka, mengiringi setiap langkah hingga ke kantor. Keluhan isteri semalam tentang uang belanja yang sudah habis, bayaran sekolah anak yang tertunggak sejak bulan lalu, susu si kecil yang tersisa di sendok terakhir, bayar tagihan listrik, hutang di warung tetangga yang mulai sering mengganggu tidur, dan segunung gundah lain yang kerap membuatnya terlamun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit Ayah yang tangguh yang ingin membuat isterinya tersenyum, meyakinkan anak-anaknya tenang dengan satu kalimat, "Iya, nanti semua Ayah bereskan," meski dadanya bergemuruh kencang dan otaknya berputar mencari jalan untuk janjinya membereskan semua gundah yang ia genggam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sejarah pun berlangsung, banyak para Ayah yang berakhir di tali gantungan tak kuat menahan beban ekonomi yang semakin menjerat cekat lehernya. Baginya, tali gantungan tak bedanya dengan jeratan hutang dan rengekan keluarga yang tak pernah bisa ia sanggupi. Sama-sama menjerat, bedanya, tali gantungan menjerat lebih cepat dan tidak perlahan-lahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit para Ayah yang membiarkan tangannya berlumuran darah sambil menggenggam sebilah pisau mengorbankan hak orang lain demi menuntaskan gundahnya. Walau akhirnya ia pun harus berakhir di dalam penjara. Yang pasti, tak henti tangis bayi di rumahnya, karena susu yang dijanjikan sang Ayah tak pernah terbeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jarang para Ayah yang terpaksa menggadaikan keimanannya, menipu rekan sekantor, mendustai atasan dengan memanipulasi angka-angka, atau berbuat curang di balik meja teman sekerja. Isteri dan anak-anaknya tak pernah tahu dan tak pernah bertanya dari mana uang yang didapat sang Ayah. Halalkah? Karena yang penting teredam sudah gundah hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teramat banyak para isteri dan anak-anak yang setia menunggu kepulangan Ayahnya, hingga larut yang ditunggu tak juga kembali. Sementara jauh disana, lelaki yang isteri dan anak-anaknya setia menunggu itu telah babak belur tak berkutik, hancur meregang nyawa, menahan sisa-sisa nafas terakhir setelah dihajar massa yang geram oleh aksi pencopetan yang dilakukannya. Sekali lagi, ada yang rela menanggung resiko ini demi segenggam gundah yang mesti ia tuntaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, di antara sekian banyak Ayah itu, saya teramat salut dengan sebagian Ayah lain yang tetap sabar menggenggam gundahnya, membawanya kembali ke rumah, menyertakannya dalam mimpi, mengadukannya dalam setiap sujud panjangnya di pertengahan malam, hingga membawanya kembali bersama pagi. Berharap ada rezeki yang Allah berikan hari itu, agar tuntas satu persatu gundah yang masih ia genggam. Ayah yang ini, masih percaya bahwa Allah takkan membiarkan hamba-Nya berada dalam kekufuran akibat gundah-gundah yang tak pernah usai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Ayah ini, yang akan menyelesaikan semua gundahnya tanpa harus menciptakan gundah baru bagi keluarganya. Karena ia takkan menuntaskan gundahnya dengan tali gantungan, atau dengan tangan berlumur darah, atau berakhir di balik jeruji pengap, atau bahkan membiarkan seseorang tak dikenal membawa kabar buruk tentang dirinya yang hangus dibakar massa setelah tertangkap basah mencopet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya, sebagai Ayah, akan tetap menggenggam gundah saya dengan senyum. Saya yakin, Allah suka terhadap orang-orang yang tersenyum dan ringan melangkah di balik semua keluh dan gundahnya. Semoga. (Bayu Gautama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: Segenggam Gundah (Ode untuk Para Ayah) oleh Bayu Gautama &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8438927544571633185-3221501848402006397?l=resonansi-motivasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/feeds/3221501848402006397/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8438927544571633185&amp;postID=3221501848402006397' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/3221501848402006397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/3221501848402006397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/2008/07/segenggam-gundah-ode-untuk-para-ayah.html' title='Segenggam Gundah (Ode untuk Para Ayah)'/><author><name>ZakiZagena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11247524602574680025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8438927544571633185.post-3456924490591324357</id><published>2008-07-13T22:29:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T22:36:20.694-07:00</updated><title type='text'>Mengakui Kesalahan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Saya melakukan sebuah kesalahan dengan melakukan hubungan tak sepantasnya dengan Lewinsky. Dalam kenyataannya, itu adalah sebuah kesalahan. Saya telah menyesatkan banyak orang, termasuk istri saya sendiri. Saya sangat menyesal."&lt;br /&gt;-- Bill Clinton, mantan Presiden Amerika Serikat &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;SENGAJA atau tidak, kesalahan telah dilakukannya. Tak ada jalan lain, dia harus mengambil keputusan. Akhir Mei lalu, Menteri Luar Negeri Kanada, Maxime Bernier memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Bernier, entah sengaja atau teledor, telah meninggalkan dokumen rahasia di rumah bekas kekasihnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terlalu sulit untuk mencari tahu bagaimana sebuah dokumen rahasia bisa jalan-jalan sampai ke rumah bekas pacarnya. Lagi pula, itu tidaklah penting. Entah apa motifnya, itu juga gelap. Yang jelas, sang bos, Perdana Menteri Kanada Stephen Harper marah besar dengan kesalahan yang dilakukan anak buahnya itu. ”Itu kesalahan amat serius yang dilakukan seorang menteri. Kami harus selalu menerima tanggung jawab atas dokumen rahasia. Menteri langsung mengakui betapa beratnya kesalahan ini." &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di dalam media cetak dan elektronik di sana, berita tentang pengunduran diri Bernier menjadi isu utama. Bernier pun mengakui kesalahan fatal yang dilakukannya. Namun tentu tak semudah itu keputusan tersebut diambil. Keteledoran, apa pun sebabnya, tentu akan membuat banyak perkara dalam hidup seseorang. Dengan keputusan itu, Bernier telah mengambil segala risiko: malu pada keluarga, diledek lawan politik, dan tentu saja karir politiknya, yang sudah jelas dibangun dalam jangka waktu yang tidak sebentar, ambruk seketika. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Harus diakui, mengakui kesalahan bukanlah perkara yang mudah. Coba sekarang benamkan diri kita masing-masing pada peristiwa yang telah berlalu. Semisal ketika seorang teman yang kena damprat orang tuanya gara-gara kelakuan kita. Di masa muda, tentu kita pernah pergi ke pesta ulang tahun kawan. Saat kita yang sedang berpesta, tentu tak ingin kawan-kawan pulang lebih dulu. Akhirnya, kita tahan mereka. Namun, di luar pengetahuan kita, keesokan harinya, kita tahu seseorang dari mereka kena damprat papa dan mamanya karena pulang larut malam. Nah, apakah kita mau mendatangi rumah orang tuanya, lalu menjelaskan semuanya dan mengakui semua kesalahan itu berawal dari keinginan kita karena menahannya pulang. Banyak dampaknya dari pengakuan kita itu. Boleh jadi, kita malah kena damprat pula atau dianggap sebagai biang keladinya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam pekerjaan sehari-hari pun sebuah kesalahan bisa terjadi. Seorang kawan mengakui bahwa ia lupa untuk mengirimkan proposal pengajuan penawaran balik ke perusahaan rekanan. Karena waktunya terlambat dari dateline yang telah ditentukan, proposal penawaran yang dikirim secara menyusul pun menjadi tidak berarti. Alhasil, proposal pun ditolak. Sang rekan pun dipanggil oleh atasan menanyakan mengapa keterlambatan bisa terjadi. Dengan menyesal sang rekan mengatakan bahwa ia benar-benar lupa untuk melakukan hal itu karena terfokus oleh pekerjaan lain. Apapun alasannya, kesalahan tetaplah sebuah kesalahan. Dengan penuh tanggung jawab, sang rekan pun mengakui kesalahannya dan siap menerima konsekuensi dari perusahaannya. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Apa yang dilakukan sang rekan tersebut sudah benar, bahwa ia tidak lari dari tanggung jawab. Pada saat itulah, sebenarnya kita ditantang untuk mengakui kesalahan, dengan taruhannya: diberi kesempatan sekali lagi untuk tetap bekerja di kantor itu, atau surat pemutusan hubungan kerja yang akan diberikan pihak manajemen. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebuah pilihan yang sulit tentu saja. Namun, marilah kita jujur pada nurani kita sendiri. Saat sekali dalam hidup, kita mengakui kesalahan yang kita lakukan, di lain waktu kita akan terjaga untuk tidak mengulanginya. Tentunya karena kita paham, akibat dari kesalahan yang kita lakukan dapat berakibat buruk pada orang lain. Namun, bila kita terbiasa untuk enggan mengakui kesalahan, sudah barang tentu, kesalahan-kesalahan akan kerap terus dilakukan, sambil otak terus berpikir untuk mencari kambing hitam yang bisa menjadi sasaran kesalahan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pada akhirnya, pilihan yang kita ambil, menunjukkan jati diri dan kualitas kita yang sebenarnya. (070708) &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: Mengakui Kesalahan oleh Sonny Wibisono, penulis, tinggal di Jakarta &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8438927544571633185-3456924490591324357?l=resonansi-motivasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/feeds/3456924490591324357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8438927544571633185&amp;postID=3456924490591324357' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/3456924490591324357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/3456924490591324357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/2008/07/mengakui-kesalahan.html' title='Mengakui Kesalahan'/><author><name>ZakiZagena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11247524602574680025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8438927544571633185.post-3512998143704122082</id><published>2008-07-13T17:58:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T18:06:27.103-07:00</updated><title type='text'>Mengapa Harus Meningkatkan Standar Prestasi?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;"Good is the enemy of great. – Baik adalah musuh dari luar&lt;br /&gt;biasa." ~ Jim Collin &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Memang sudah seharusnya kita semua tidak berhenti setelah berhasil mencapai prestasi. Jika Anda hanya puas setelah mencapai satu prestasi, tentu Anda tidak dapat lagi menjadi lebih baik 10 kali lipat, 20 kali lipat dan seterusnya. Meningkatkan prestasi kerja di dunia yang terus berkembang pesat sudah pasti memberikan berjuta manfaat yang mungkin belum pernah Anda pikirkan sebelumnya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ironisnya, ternyata makin banyak saja orang yang memilih hidup aman, menjalani kehidupan rutin tanpa tantangan sama sekali. Kehidupan mereka tak pernah berubah, karena mereka tak pernah mencoba sesuatu yang baru apalagi meningkatkan standar prestasi. Mereka rela menerima hidup apa adanya dan tak pernah lebih baik dari sebelumnya, karena takut gagal atau membuat kesalahan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lebih parah lagi, mereka hanya berpikir bagaimana mencari aman, bukan mencari kesempatan untuk mendapatkan kehidupan lebih baik. Orang yang berprinsip demikian, `only security, no opportunity' – hanya rasa aman, tanpa kesempatan, sebenarnya justru dalam posisi berbahaya. Mereka lambat laun akan terlindas oleh perubahan, dan akan semakin kehilangan kesempatan untuk memiliki kebanggaan, kebahagiaan dan semangat hidup. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"The greater danger of most of us is not that our aim is too high and we miss it, but it is too low and we reach it. – Bahaya besar bukan karena kita mempunyai target tapi tak mampu mencapainya. Akan jauh lebih berbahaya jika kita mempunyai terget yang terlalu rendah dan kita berhasil mencapainya," demikian pendapat Michelangelo. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bila kita melihat tokoh-tokoh sukses dan terpandang di dunia, mereka semua mempunyai target pencapaian baru dalam bisnis maupun peningkatan kualitas personal. Oleh sebab itu mereka mempunyai semangat hidup yang besar dan kesungguhan mewujudkan target baru. Bagi mereka, melakukan tanggung jawab pekerjaan untuk mencapai target yang lebih besar merupakan kesenangan dan akan berubah menjadi kepuasan jika sudah berhasil. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebut saja Donald Trump masih aktif menjalankan bisnisnya, meskipun sudah mempunyai kekayaan yang luar biasa. Begitu pula dengan Bill Gates, Steven Spielberg, Oprah Winfrey, Martha Tilaar, yang masih saja antusias menjalankan pekerjaan mereka dan menciptakan manuver bisnis yang luar biasa. Kalaupun sudah berhasil, mereka akan segera membuat target yang lebih besar lagi. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Thomas Alfa Edison adalah contoh lainnya. Tentu dia tak akan dikenal sebagai pemilik hak paten terbanyak sepanjang masa jika hanya menciptakan 1 penemuan. Thomas Alfa Edison menikmati dunia penelitian, dan ia akan bahagia sekaligus bangga jika berhasil menciptakan penemuan baru. Karena itulah ia terus menerus melakukan penelitian sampai berhasil menciptakan 1093&lt;br /&gt;paten atau terbanyak sepanjang masa. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Contoh lain adalah Sir Edmund Hillary yang sudah cukup kaya dan mempunyai status sosial tinggi. Ia memilih untuk bersusah payah mendaki Gunung Everest yang berketinggian 29.028 kaki, karena memecahkan rekor pendakian atas gunung tertinggi di dunia itu menjadi sumber kebahagiannya. Dengan semangat dan optimisme, ia berhasil menorehkan tinta emas dalam sejarah sebagai penakhluk pertama gunung tersebut pada tanggal 29, Mei 1953. Karena sudah menjadi kesenangan, sampai menjelang akhir hayatnya Sir Edmund Hillary masih melakukan&lt;br /&gt;aktifitas pendakian gunung. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebenarnya masih banyak lagi orang-orang yang sudah berani menerobos tantangan dan terbukti berhasil menorehkan prestasi-prestasi besar berkelas dunia. Mereka juga menghadapi tantangan dan kesulitan yang tak kalah berat dari sebelumnya, tetapi mereka selalu antusias dan senang menjalankan tanggung jawab untuk mencapai target-target yang lebih besar. "Enthusiasm is one of the most powerful engines of success. – Antusiasme adalah salah satu motor penggerak mencapai kesuksesan," kata Ralph Waldo Emerson. Bila mereka berhasil menahklukkan tantangan dan kesulitan maka akan timbul kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bagi mereka. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Selain bersikap antusias dalam menjalanan pekerjaan, para pebisnis sukses maupun milyader di dunia itu selalu mempunyai visi dan misi yang baru. Mereka juga tidak akan segan memperbaiki diri guna mencapai visi tersebut. Dengan sendirinya, peningkatan terget ikut berpengaruh terhadap peningkatan etos kerja dan profesionalisme mereka. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lihat milyader sekelas Donald Trump, yang masih antusias melakukan kesepakatan bisnis properti. Bill Gates yang kaya raya juga terus mengembangkan gagasan dan bisnis di dunia software. Begitu pula dengan Joanne Kathleen Rowling yang terus menulis buku dan terobsesi menghasilkan lebih banyak karya yang mengandung fantasi berkelas dunia. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mereka menjalankan pekerjaan itu dengan hati dan pikiran, karena sangat berkomitmen terhadap peningkatan hasil pekerjaan mereka dan tidak kenal kata menyerah. Sehingga jiwa mereka terbentuk sebagai seorang pemenang. Oleh sebab itu orang-orang yang profesional dan terbiasa menetapkan target yang lebih besar cenderung mampu menciptakan prestasi mengagumkan dan kembali meningkatkan prestasi mereka. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tidak mengherankan jika banyak orang yang telah kaya raya, tetapi tetap terobsesi dengan pekerjaaan mereka. Merekapun terus meningkatkan target pencapaian dan disiplin bekerja dengan waktu lebih panjang tanpa mengenal lelah. Mereka juga mencintai dan menikmati pekerjaan tersebut. Orientasi mereka tentu bukan untuk mengejar keuntungan materi lagi, melainkan kepuasan karena dapat menggunakan potensi mereka secara maksimum. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Itulah mengapa kita seharusnya meningkatkan standar prestasi. Peningkatan prestasi tak hanya menjadikan hidup Anda lebih baik, lebih berarti dan bergairah, tetapi juga menimbulkan kepuasan pada diri Anda dalam arti yang lebih positif serta membentuk jiwa sebagai seorang pemenang yang optimis. "Jangan pernah berpikir do nothing atau pensiun. Banyak teman saya yang tidak mempunyai aktifitas setelah pesiun justru meninggalkan dunia lebih cepat. Jadi bekerjalah sampai Anda mati," demikian Lee Kuan Yew, mantan perdana mentri Singapura. Sampai hari ini pria berusia 84 tahun itu masih sehat dan aktif bekerja untuk mencapai standar pencapaian yang terus ia tingkatkan.[aho] &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: Mengapa Harus Meningkatkan Standar Prestasi? oleh Andrew Ho. Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:78%;color:#3366ff;"&gt;&lt;a target="_blank" href="http://resonansi-motivasi.blogspot.com/2008/07/mengapa-harus-meningkatkan-standar.html"&gt;Print This Article&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8438927544571633185-3512998143704122082?l=resonansi-motivasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/feeds/3512998143704122082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8438927544571633185&amp;postID=3512998143704122082' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/3512998143704122082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/3512998143704122082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/2008/07/mengapa-harus-meningkatkan-standar.html' title='Mengapa Harus Meningkatkan Standar Prestasi?'/><author><name>ZakiZagena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11247524602574680025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8438927544571633185.post-3232660067533210043</id><published>2008-07-10T19:52:00.000-07:00</published><updated>2008-07-10T19:57:03.001-07:00</updated><title type='text'>Menjauhi Dendam</title><content type='html'>Dalam kehidupan kita ini, ada orang-orang yang merasa hidupnya hanyalah akan berarti apabila mereka mampu membalas dendam. Bagi orang-orang yang memendam dendam ini, tidak ada kehormatan atau makna lain selain terbalasnya dendam kesumat tersebut. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Dendam sebenarnya juga merupakan sebuah cita-cita, namun biasanya lebih bermakna negatif. Cita-cita itu memang penting dimiliki oleh siapa pun. Cita-citalah yang bisa memberi kekuatan atau dorongan yang sangat besar. Cita-citalah yang men-drive seseorang menuju impiannya. Tetapi sekali lagi, dendam adalah sebentuk cita-cita yang negatif. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Memang dendam itu memberikan energi yang luar biasa besar, tetapi juga membutakan mata, mematikan perasaan, dan melenyapkan akal sehat. Dendam selalu mendorong orang untuk menyakiti, melecehkan, meruntuhkan moral, menghancurkan, bahkan memusnahkan pihak lain. Tanpa pandang bulu dan bila perlu melawan siapa pun yang menghalangi terbalasnya dendam itu. Petaka dendam semacam ini dapat kita lihat dalam kisah-kisah kerajaan di masa lalu, tapi juga masih ada di kehidupan kita sehari-hari hingga saat ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Orang bisa saja memiliki dendam yang sangat kuat, ada pula yang bersifat ringan. Namun dendam tetaplah dendam yang apabila dibalaskan akan menimbulkan masalah baru. Yang sangat-sangat berbahaya dari dendam adalah kemampuannya untuk menciptakan dendam balasan. Dendam yang terlampiaskan akan melahirkan dendam kesumat baru di pihak yang dihancurkan. Anak keturunan atau siapa pun yang terkait akan melanjutkan dendam dan bersumpah membalaskan dendam tersebut. Seperti lingkaran setan yang tak berujung pangkal. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Satu-satunya buah dendam hanyalah samudera keperihan yang tak bertepi. Tetapi hingga detik ini, kita saksikan tindakan-tindakan brutal tak berperikemanusiaan yang melahirkan dendam-dendam baru. Kita lihat bagaimana perang yang terjadi di Timur Tengah atau belahan bumi lainnya, di mana tindakan saling bunuh dan saling menghancurkan telah menimbulkan dendam kolektif yang luar biasa destruktif. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Dalam benak saya, alangkah indahnya jika keseluruhan energi dan pikiran kita difokuskan bukan untuk melampiaskan dendam, tetapi dicurahkan untuk tujuan-tujuan yang bermanfaat baik untuk diri pribadi kita maupun orang lain. Alangkah damainya republik ini jika setiap dari kita ikut serta dalam berlomba-lomba melakukan kebaikan demi kebahagiaan orang-orang di sekitar kita, serta mereka yang membutuhkan pertolongan kita. Hilangkan dendam antar golongan, suku, agama, ras, ideologi atau keyakinan politik. Sesungguhnya kita dipersatukan dalam tindakan kebaikan. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: Menjauhi Dendam oleh Andrie Wongso &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://resonansi-motivasi.blogspot.com/"&gt;reso&lt;/a&gt;nansi @ 2008&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8438927544571633185-3232660067533210043?l=resonansi-motivasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/feeds/3232660067533210043/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8438927544571633185&amp;postID=3232660067533210043' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/3232660067533210043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/3232660067533210043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/2008/07/menjauhi-dendam.html' title='Menjauhi Dendam'/><author><name>ZakiZagena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11247524602574680025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8438927544571633185.post-8558761860663543990</id><published>2008-07-10T19:25:00.000-07:00</published><updated>2008-07-10T19:27:16.967-07:00</updated><title type='text'>Semangkuk Mie</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, laluberkata: "Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?""Ya, tetapi, aku tidak membawa uang" jawab Ana dengan malu-malu." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu" jawab si pemilik kedai. "Silakan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu". &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi.Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang."Ada apa nona?" tanya si pemilik kedai."&lt;br /&gt;Tidak apa-apa" aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !&lt;br /&gt;Tetapi... ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi. Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri" katanya kepada pemilik kedai.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang lalu berkata:&lt;br /&gt;"Nona, mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya."&lt;br /&gt;Ana terhenyak mendengar hal tsb."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengapa aku tidak berpikir tentang hal itu? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, aku begitu berterima kasih. Tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ana segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg harus diucapkan kepada ibunya.&lt;br /&gt;Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya berwajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah"Ana, kau sudah pulang. Cepat masuklah, Ibu telah menyiapkan makan malam. Makanlah dahulu sebelum kau tidur. Makanan akan dingin jika kau tidak memakannya sekarang" &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya. Ia pun menangis di pelukan ibunya.&lt;br /&gt;Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain di sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita, khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://resonansi-motivation.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;Resonansi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8438927544571633185-8558761860663543990?l=resonansi-motivasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/feeds/8558761860663543990/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8438927544571633185&amp;postID=8558761860663543990' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/8558761860663543990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/8558761860663543990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/2008/07/pada-malam-itu-ana-bertengkar-dengan.html' title='Semangkuk Mie'/><author><name>ZakiZagena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11247524602574680025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8438927544571633185.post-6255236308866758575</id><published>2008-07-10T19:14:00.001-07:00</published><updated>2008-07-10T19:39:59.346-07:00</updated><title type='text'>Penjara Mental</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbagai seminar pengembangan diri dan manajemen pikiran yangsaya lakukan, saat saya bertanya pada peserta seminar, "Mengapa orangsukses?" atau "Mengapa orang gagal?" maka saya selalu mendapatkanjawaban yang beragam. Terlepas dari jenjang pendidikan pesertaseminar, saya selalu mendapatkan jawaban yang justru bersifatmenghambat diri mereka untuk bisa mencapai keberhasilan hidup.Jawaban-jawaban itu mencerminkan sistem kepercayaan yang justru telahmengurung mereka dalam satu zona kenyamanan yang tidak nyaman, dantelah menjadi penjara mental yang tidak mereka sadari. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penjara mental yang saya maksudkan adalah berbagai kepercayaan yangsalah, yang mereka terima sebagai sesuatu yang benar, tanpa pernahmereka periksa keabsahan dan kebenaran kepercayaan itu. Setiap kalisaya bertanya "Mengapa orang sukse ?", jawaban standar yang sayadapatkan adalah karena faktor keturunan, hoki, pendidikan, koneksi,hari lahir/jam lahir, nasib, jenis kelamin, shio/zodiak, modal, dankesehatan/fisik. Anehnya, bila saya bertanya, "Mengapa orang gagal?",maka saya juga mendapatkan jawaban yang kurang lebih sama denganjawaban di atas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih aneh dan memprihatinkan , setelah saya membahas danmenerangkan bahwa semua jawaban mereka itu adalah kepercayaan yangsalah, tetap masih ada peserta seminar yang bersikeras bahwa apa yangmereka percayai, sebagai faktor yang menentukan keberhasilan ataukegagalan hidup, adalah hal yang benar. Alasannya adalah karenakepercayaan itu adalah pelajaran yang mereka dapatkan dari orangtua,guru, atau figur yang mereka kagumi dan hormati.Penjara yang umum kita kenal adalah tempat untuk mengurung seseorang,untuk periode waktu tertentu, yang telah berbuat kesalahan ataukejahatan. Selama seseorang berada di penjara maka ia kehilangankebebasan dan sebagian hak-haknya sebagai warga negara. Narapidana menjalani hidup yang monoton dan terisolasi dari dunia luar sampaimasa hukumannya habis. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Penjara mental menjalankan fungsi yang sama. Namun sangat banyakorang yang secara sadar atau tidak sadar telah memasukkan diri merekake penjara yang tidak kasat mata, yang lebih mengerikan, dan dapatmengurung diri mereka seumur hidup. Satu-satunya cara untuk keluardari penjara mental adalah dengan secara sadar menelaah setiapkepercayaan yang dipegang seseorang. Tidak ada kepercayaan yang baikatau buruk. Yang ada adalah kepercayaan yang mendukung danmenghambat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan seseorang mengendalikan cara berpikir, sikap, perilaku,bagaimana ia menggunakan waktunya, siapa kawannya, buku apa yang iabaca, gaya hidup, penghasilan, dan masih banyak aspek lain. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya sering bertemu dengan orang yang berkata, "Uang adalah akar darisegala kejahatan." Orang dengan kepercayaan ini hidupnya biasa-biasa,cenderung agak kekurangan. Mereka telah mengadopsi kepercayaan yangsalah. Saat saya jelaskan bahwa kepercayaan itu kurang tepat karenamereka salah mengutip salah satu ayat dari kitab suci, mereka umumnyakaget. Kepercayaan ini telah menjadi penjara mental mereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini saya bertemu dengan seorang kawan yang sangat berhasilsecara finansial. Saat saya bertanya mengenai rahasiakeberhasilannya, ia menjawab, "Sejak usia tujuh tahun saya telahmempunyai keyakinan bahwa bila saya berusaha dan bekerja keras, makaTuhan akan berkonsultasi dengan saya untuk menentukan nasib saya."Kita tidak boleh menilai apakah kepercayaan ini benar atau salah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan adalah sesuatu yang pribadi. Pesan yang ingin sayasampaikan adalah bahwa apapun kepercayaan yang kita pegang makakepercayaan ini akan mempengaruhi hidup kita.&lt;br /&gt;Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan satu pertanyaan bagi anda.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada dua keluarga yang mengajarkan dua kepercayaan yang berbeda pada anak-anak mereka. Keluarga pertama mengajarkan "Mangan oramangan.........kumpul."&lt;br /&gt;Keluarga kedua mengajarkan,"Kumpul....kumpul.......kita makan." Menurut anda, anakdari keluarga mana yang akan jauh lebih berhasil secara finansial? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: Penjara Mental oleh Adi W. Gunawan. Adi W. Gunawan, lebih dikenal sebagai Re-Educator and Mind Navigator, adalah pembicarapublik dan trainer yang telah berbicara di berbagai kota besar didalam dan luar negeri. Ia telah menulis best seller Born to be aGenius dan Genius Learning Strategy.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8438927544571633185-6255236308866758575?l=resonansi-motivasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/feeds/6255236308866758575/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8438927544571633185&amp;postID=6255236308866758575' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/6255236308866758575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/6255236308866758575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/2008/07/penjara-mental.html' title='Penjara Mental'/><author><name>ZakiZagena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11247524602574680025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8438927544571633185.post-5883433312414097074</id><published>2008-07-10T19:13:00.001-07:00</published><updated>2008-07-10T19:41:23.990-07:00</updated><title type='text'>Meningkatkan Rasa Syukur</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;"O Lord! that lends me life, Lend me a heart replete with thankfulness! – Oh Tuhan yang telah memberiku kehidupan, Berikanlah hamba hati yang penuh dengan rasa syukur!"&lt;br /&gt;~ William Shakespeare (1564-1616)&lt;br /&gt;Penyair, Penulis Drama, dan Seniman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitas yang kita hadapi memang seringkali tidak sesuai dengan harapan. Banyak impian yang belum terwujudkan sesuai dengan keinginan. Tekanan dan tantangan hidup kian memancing kita untuk lebih sering mengeluh daripada bersyukur. Berikut ini kisah yang menginspirasi agar kita meningkatkan rasa syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Diceritakan tentang seorang pengemis buta. Ia memegang sebuah papan kecil. "Saya buta, tolong bantuan!" bunyi tulisan itu. Sedihnya, banyak orang yang sudah berlalu lalang di depannya, tetapi sangat sedikit orang yang rela membagikan recehan mereka kepada pengemis tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemuda memAndang penuh iba, lalu berinisiatif mengganti tulisan di papan tulis tersebut. Tak berselang lama, hampir semua orang yang lewat selalu membagikan uang mereka. Sungguh dahsyat kekuatan kalimat yang ditulis pemuda itu sehingga membuat hati banyak orang tersentuh. "Hari ini sangat indah sekali, tapi saya tidak bisa lihat," itulah bunyi kalimat tersebut yang penuh dengan rasa syukur. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah tersebut saya ingin mengatakan bahwa sikap dan kata-kata yang muncul dari hati penuh rasa syukur akan berbeda. Sikap dan kata-kata itu akan terasa lebih indah, lebih menyentuh, dan lebih dahsyat kekuatannya. Itulah mengapa kita perlu membiasakan diri bersyukur kepada Tuhan YME setiap hari atas segala yang kita miliki, entah berupa kebahagiaan, kesedihan, keberhasilan, maupun batu sandungan, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Bersyukur berarti berterima kasih kepada Tuhan YME atas nikmat dan kemurahan-Nya. Kalaupun harus menerima cobaan dalam bentuk kesulitan, hati yang penuh rasa syukur akan berusaha memperhatikan orang yang dalam keadaan lebih sulit atau mahkluk Tuhan YME lainnya. Pada saat itulah kita dapat merasakan sudah mendapatkan nikmat tidak terhingga dan merasa jauh lebih beruntung. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Contohnya cobalah Anda bandingkan kehidupan Anda sendiri dengan kehidupan burung yang setiap pagi terbang meninggalkan sarangnya untuk mencari makan. Hari ini burung pulang dengan perut kenyang. Esok mungkin dia kembali dengan perut agak kenyang. Tak jarang seharian tidak mendapatkan makanan dan kembali pulang dengan keadaan perut kosong. Tetapi ia tidak pernah malas atau mengeluh, meskipun kehidupannya setiap hari tidak menentu, penuh dengan tantangan bahkan ancaman. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bersyukur adalah cara yang paling mudah dan efektif untuk mencapai kebahagiaan. Cobalah untuk meluangkan waktu sejenak mencatat kenikmatan yang sudah kita rasakan hari ini. Contohnya sampai saat ini Anda dapat bernapas dengan baik tidak sesak napas, dapat melihat dengan jelas dan tidak kabur atau katarak, dapat melangkah dengan baik tidak terseok-seok, dan lain sebagainya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di hati yang paling dalam kita pasti mampu menyadari seluruh nikmat yang kita peroleh di setiap detak jantung kita. Hitunglah sudah ada berapa kenikmatan dalam satu minggu ini, satu bulan, satu tahun, atau sepanjang hidup Anda? Jumlahnya pasti sangat banyak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bila sudah dapat merasakan keajaiban yang mengagumkan dari setiap detak jantung dan kesempatan yang begitu indah anugerah Tuhan YME yang begitu besar, cobalah untuk meningkatkan rasa syukur. Hal itu akan turut meningkatkan optimisme. Semangat kita juga akan terpacu untuk menggunakan kesempatan yang masih kita miliki untuk melakukan berbagai aktivitas positif, misalnya untuk meningkatkan kualitas kesehatan, kondisi keuangan, kehidupan sosial, spiritual, pekerjaan dan lain sebagainya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berusahalah untuk meningkatkan rasa syukur terhadap Tuhan YME, karena semakin pintar mensyukuri karunia-Nya semakin mudah melawan depresi. Hati yang penuh rasa syukur cenderung mengingat kejadian yang menyenangkan. Orang yang selalu bersyukur juga lebih fokus terhadap hal-hal yang positif. Sehingga mereka lebih mudah menerima dan melakukan hal-hal yang positif dalam hidup mereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sibukkan pikiran memikirkan begitu banyak kenikmatan yang telah kita terima, dan mengagumi begitu indah anugerah Tuhan YME yang selama ini kita nikmati. Ungkapkan rasa syukur atas semua kenikmatan yang Anda rasakan melalui doa dan kata-kata yang baik. Aktifkan seluruh potensi yang ada di dalam diri kita untuk melakukan aktivitas yang positif semata-mata karena rasa terima kasih kepada Tuhan YME atas semua kemudahan dan kenikmatan yang Anda rasakan sepanjang hari ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Meskipun kenyataan yang kita terima tidak sesempurna seperti yang kita inginkan, jangan pernah mengurangi rasa syukur terhadap Tuhan YME. Zig Ziglar mengatakan, "The more you express gratitude for what you have, the more you will have to express gratitude for. – Semakin Anda mengungkapkan rasa syukur atas semua yang Anda miliki, Anda harus merasa lebih bersyukur." Semakin kita pandai mensyukuri nikmat karunia Tuhan YME, maka kita akan semakin mudah menciptakan perubahan luar biasa, misalnya; hidup lebih tenang, perasaan lebih peka, penampilan lebih segar, dan menyenangkan, serta hidup lebih sukses dan bahagia.[aho]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: Meningkatkan Rasa Syukur oleh Andrew Ho, seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8438927544571633185-5883433312414097074?l=resonansi-motivasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/feeds/5883433312414097074/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8438927544571633185&amp;postID=5883433312414097074' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/5883433312414097074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8438927544571633185/posts/default/5883433312414097074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resonansi-motivasi.blogspot.com/2008/07/o-lord-that-lends-me-life-lend-me-heart.html' title='Meningkatkan Rasa Syukur'/><author><name>ZakiZagena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11247524602574680025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
